Hino Samarinda

HINO EXPRESS MAINTENANCE

SERVIS KENDARAAN 59 MENIT ...

HINO GENUINE PART

SPARE PART ORIGINAL HINO ...

HINO PROGRAM

FREE SERVICE PROGRAM ...

 

Pertambangan batu bara

ESDM: Harga Batu Bara Oktober Nyaris Sentuh US$ 70 Per Ton

Pertambangan batu bara (Istimewa)

Jakarta - ‎Kementerian Energi dan Sumber Day Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Oktober 2016 sebesar US$ 69,07 per ton. Harga tersebut naik 8,04 persen dibandingkan HBA September 2016 sebesar US$ 63,93 per ton.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan HBA Oktober ini lebih tinggi ketimbang September kemarin. Bahkan tertinggi sepanjang 2016 ini. "HBA Oktober hampir menyentuh US$ 70 per ton yakni US$ 69,07 per ton," kata Agung di Jakarta, Selasa (11/10).

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, sejak awal tahun memang terjadi fluktuasi harga batu bara. Pada Januari 2016 HBA dibuka level US$ 53,20 per ton. Namun di Februari HBA anjlok ke level US$ 50,92 per ton. Kemudian naik tipis di Maret dengan HBA pada posisi US$ 51,62 per ton. Tren penguatan tersebut berlanjut ke April yang membuat HBA berada di level US$ 52,32 per ton.

Tren kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh finalisasi kontrak pasokan batu bara antara Australia dan Jepang. Namun setelah kontrak ditandatangani harga batu bara kembali melemah di Mei di posisi US$ 51,2 per ton.

Pertengahan tahun harga batu bara mengalami kenaikan tipis yakni US$ 51,81 per ton. Hal ini lebih dipengaruhi kenaikan index harga di Australia. Tren penguatan HBA terus terjadi di Juli yang mencapai US$ 53 per ton. Kemudian merangkak naik lagi di Agustus yang berada di level US$ 58,37 per ton. HBA September ini naik 9 persen dibandingkan harga batubara di periode Agustus.

 

 

Rangga Prakoso/WBP

BeritaSatu.com

 

Kabar Baik, Harga Sawit Kembali Melejit

 

 
BELUM IDEAL: Harga sawit Oktober ini merupakan yang tertinggi dibandingkan bulan lain pada kalender 2016.(DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Kaltim berada dinilai tertinggi sepanjang 2016. Terus menurun hingga September, memasuki Oktober harga TBS kelapa sawit kembali bergairah menjadi Rp 1.711 per kilogram. Walaupun itu dianggap belum ideal.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Usaha Tani Dinas Perkebunan Kaltim Muhammad Yusuf. Dia mengatakan, pada tahun ini harga tersebut memang paling tinggi jika kita lihat dari Januari hingga Oktober 2016. Tapi, angka itu termasuk belum ideal. “Kalau kita maunya lebih tinggi lagi nilainya dari itu,” ucapnya kepada Kaltim Post Rabu (5/10).

Dia mengatakan, naik-turun harga TBS memang sudah biasa karena bergantung harga lelang dunia. Namun, pada bulan ini harga TBS kelapa sawit Kaltim memang membaik, sedangkan di beberapa daerah harga kepala sawit seperti Sumatra menurun.

“Harga itu bergantung dari hasil perkebunan. Walaupun sudah dikontrak oleh pembeli, namun bila buah yang dihasilkan tidak bagus maka buah tetap akan dibeli murah,” ucapnya.

Realisasi belum tentu sesuai dengan kontrak tambahnya. Jika kita lihat enam tahun belakangan ini harga tertinggi yang bisa didapat TBS kelapa sawit pada 2014 senilai Rp 1.900 ribu per kilogram.

“Sebetulnya tidak ada ditentukan harga ideal, kalau kami hanya mau setinggi-tingginya agar harga kelapa sawit Kaltim terus membaik. Minimal harus melewati harga yang paling tinggi terakhir,” tuturnya.

Menurutnya, harga TBS pada Oktober bisa meningkat, karena harga CPO lokal rata-rata pada Oktober Rp 7.981 per kilogram dari 15 perusahaan kelapa sawit di Kaltim. Sedangkan pada September rata-rata hanya Rp 7.356 per kilogram. Harga kernel juga meningkat menjadi Rp 6.743 sedangkan saat September hanya Rp 6.308.

“Harga operasional menurun, seperti biaya olah rata-rata pada September Rp 177 per kilogram. Pada Oktober menjadi Rp 165 per kilogram. Biaya penyusutan September Rp 121 pada Oktober menjadi Rp 84,” ucapnya.

Dia mengatakan, harga TBS kelapa sawit November dan selanjutnya mungkin akan meningkat, tapi kemungkinan menurun juga ada. Harga TBS pada Juni Rp 1.690, Juli Rp 1.679, Agustus Rp 1.626, September Rp 1.551, memasuki Oktober meningkat menjadi Rp 1.711 per kilogram.“Kita sudah memasuki harga tertinggi di tahun ini, seharusnya bisa lebih tinggi. Tapi, kita tidak bisa memprediksi harga TBS, “ ucapnya. (*/ctr/lhl/k15)